ALAM BARZAH : Alam Barzah

Author
Published April 22, 2022
ALAM BARZAH : Alam Barzah

ALAM BARZAH : Alam Barzah





Telah kita ketahui, perlakukan terhadap manusia yang telah meninggal dilakukan dengan tata cara yang berbeda antara keyakinan satu dengan yang lain. Manusia yang meninggal ada yang dikubur dan ada pula yang tidak dikubur. Misalnya, jasad manusia yang telah meninggal dibakar atau diawetkan. Hal ini sesuai tradisi dan kepercayaan yang dianutnya. Dalam Islam, setiap orang yang meninggal akan dikubur, apakah itu dipemakaman umum atau pemakaman milik pribadinya. Alam barzah sendiri ialah suatu alam yang akan dimasuki oleh manusia setelah dia meninggal dunia, baik yang dikubur ataupun yang tidak. 

Alam barzah inilah yang memisahkan antara manusia yang meninggal dengan manusia yang masih hidup. Seseorang yang telah meninggal akan memulai hidup barunya sendiri di alam ini. Tentang alam barzah ini, ada orang-orang yang berpendapat bahwa alam barzah itu bohong dan berita itu hanya sekadar untuk menakut-nakuti manusia yang masih hidup dan ada juga pendapat yang mengatakan bahwa alam barzah itu benar adanya. Menanggapi dua pendapat tersebut, kita tentu perlu bukti-bukti yang lain untuk mendukung salah satu dari dua pendapat tersebut.

Agama dan Kepercayaan

Agama adalah kenyakinan yang dianut oleh setiap manusia di atas permukaan bumi ini. Namun, kenyakinan antara satu orang dengan orang yang lain itu berbeda-beda. Di Indonesia sendiri, kenyakinan yang di anut oleh masyarakatnya juga banyak, ada yang beragama Islam, Hindu, Protestan, Katholik, dan lai-lain. Sebab, agama yang ada sekarang merupakan agama turun-temurun dari nenek moyang mereka masing.

Di kalangan orang Islam, setiap orang yang meninggal akan dimandikan, disalatkan, dan dikuburkan dengan layak. Tata cara umat Islam ini berbeda dengan tata cara dalam agama dan keyakinan lain. Misalnya dalam agama Hindu, setiap ada orang yang meninggal, jasadnya akan dibakar atau dikremasikan. Sementara dalam kepercayaan agama Kristen, jasad orang meninggal akan dimasukkan ke dalam peti terlebih dahulu, kemudian dikuburkan. Namun, ada pula kepercayaan lain yang kerap mengawetkan jasad manusia yang telah meninggal. Itulah fenomena-fenomena yang kita lihat selama ini, baik di kota-kota maupun di desa-desa.

Alam Barzah dalam Islam

Dalam agama Islam, diyakini bahwa alam barzah itu ada. Alam barzah itu merupakan alamtransit (sementara) bagi manusia yang sudah meninggal, sebelum dia menuju ke alam mahsyar(tempat berkumpul seluruh manusia). Alam barzah itu disebut juga disebut dengan alam pembalasan, dikarenakan setiap manusia yang sudah meninggal akan diminta mempertanggungjawaban segala amal perbuatannya selama dia hidup di alam dunia, apakah itu perbuatan yang baik (makruf) ataupun perbuatan yang jahat (mungkar).

Dalam satu hadis dikatakan bahwa jika manusia telah meninggal dan telah dikubur dalam liang lahat, tidak lama setelah orang-orang yang mengantar jenazah itu pulang meninggalkan tempat pemakaman itu, akan datang dua orang malaikat, yaitu Malaikat Rakib dan Malaikat Atid. Tugas dari kedua malaikat itu hanyalah bertanya kepada orang yang telah meninggal dengan beberapa pertanyaan, di antaranya adalah sebagai berikut. 

1. Maa Rabbuka? (Siapa tuhan kamu?)

2. Maa Kitabuka? (Apa kitab kamu?)

3. Maa Ikhwanuka? (Siapa saudara kamu?)

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh Malaikat Rakib kepada setiap manusia yang telah memasuki alam kubur. Tugas dari Malaikat Rakib adalah bertanya dan tugas dari Malaikat Atid adalah memukul manusia tersebut apabila dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Malaikat Rakib tadi.

Untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan di atas, manusia dituntut selama masa hidupnya untuk beribadah kepada Allah Swt. dan ibadah-ibadah itulah yang akan menjawab semua pertanyaan dari Malaikat Rakib. Sebab, yang akan menjawab semua pertanyaan Malaikat Rakib itu adalah tangan, kaki, dan anggota-anggota tubuh yang lain, selain lidah (mulut), seperti apa yang kita lakukan selama ini.

Pertanyaan pertama itu menanyakan tentang “siapa tuhan kamu”, jawaban yang harus dijawab oleh anggota tubuh mayat sebenarnya adalah “Allah tuhanku” dan jawaban itu akan bisa dijawab oleh anggota tubuh mayat, jika selama masa hidupnya dia mengenal Allah Swt. serta selama dia hidup selalu melakukan ibadah kepada Allah seperti salat, puasa, haji, dan ibadah-ibadah yang lain. Akan tetapi, apabila dia tidak mengenal Allah dan tidak pernah melakukan ibadah kepada-Nya maka mustahil anggota tubuhnya bisa memberikan jawaban yang benar dari pertanyaan pertama di atas.

Pertanyaan kedua yang ditanyakan “apa nama kitabmu”, jawaban yang seharusnya dijawab oleh manusia adalah bahwa “Alquran itu kitabku”. Jawaban itu akan bisa dijawab oleh anggota orang yang sudah meninggal jika dia sering membaca Alquran dan dalam membaca Alquran itu juga harus dibaca secara benar, bukan asal baca saja, serta pada saat membaca Alquran itu mengingat makna yang dikandung oleh setiap ayat  yang dia baca. Jika dalam kehidupan dia sehari-hari tidak pernah membaca Alqura maka anggota tubuhnya pasti tidak bisa menjawab pertanyaan yang kedua.

Pertanyaan ketiga yang ditanyakan kepada mayat adalah “siapa saudara kamu”. Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ketiga adalah “orang Islam saudaraku”. Untuk bisa menjawab pertanyaan ketiga ini, manusia dituntut selama masa hidupnya itu saling mengunjungi atau silaturahmi dengan sesama orang Islam, membantu di saat susah, dan merasakan bahagia di saat senang. Jika selama dia hidup tidak pernah melakukan silaturahmi dengan sesama muslim maka anggota tubuhnya tidak akan bisa menjawab pertanyaan ketiga ini.

Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan salah satu haru-hara yang akan dihadapi oleh orang-orang yang sudah meninggal karena azab di alam barzah itu sangat banyak dan azab itu baru berakhir apabila hari Kiamat sudah tiba. Maka sebelum kiamat itu datang, akan silih berganti azab yang diterima oleh orang yang sudah meninggal mulai dari azab yang ringan sampai dengan azab yang paling berat.

Dalam kitab Tasauf “Muraqi `Ubudiyah” dijelaskan bahwa setiap orang yang sudah meninggal itu akan ditemani oleh amalan perbuatannya di alam barzah. Sebab, amalan orang yang meninggal itu akan diubah wujud oleh Allah dengan satu bentuk. Jika amalan mayat selama hidup itu banyak kebaikan, wujud amalan itu akan dibentuk dengan sangat bagus dan cantik, sehingga sang mayat tidak akan bosan untuk memandang wujud amalannya. Tetapi apabila amalannya itu banyak keburukannya, Allah akan mengubah wujud amalan itu menjadi suatu bentuk yang sangat jelek dan mengerikan. Sehingga, sang mayat sangat takut untuk melihat wujud amalannya itu dan ia akan terus ditemani oleh wujud amalannya sampai dengan tibanya hari Kiamat.

Dalam kitab tersebut di atas juga dijelaskan bahwa dalam kubur itu akan dibuka satu jendela yang menyerupai jendela kamar rumah di dunia. Jika orang yang meninggal itu orang yang baik dan taat beribadah kepada Allah, jendela yang terbuka adalah satu jendela yang langsung menuju surga dan mayat tadi akan dapat melihat di mana tempatnya kelak dalam surga. Surga tentu tidak bisa kita lukiskan bagaimana keindahannya serta bagaimana nikmat-nikmat yang ada di sana. Mayat tadi akan terlena dengan pemandangan surga dengan melihat indahnya surga ciptaan Allah Swt.

Sementara jika mayat yang meninggal itu adalah orang yang paling gemar melakukan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil, jendela yang terbuka itu langsung menuju pemandangan yang ada dalam neraka serta melihat di mana tempat dia akan diazab oleh Allah Swt. Sehingga, ia akan merasakan ketakutan yang luar biasa sekali. Ia tidak merasa aman dan nyaman sama sekali selama berada di dalam alam barzah.

Itulah sekilas lukisan tentang alam barzah yang akan sama-sama kita masuki nantinya. Sebab, tidak ada manusia yang tidak akan melewatinya. Hanya waktu yang membedakan lama atau tidaknya berada di alam barzah dan hanya waktu yang akan membuktikan kepada kita tentang keberadaan alam barzah itu apakah nyata atau hanya khayalan. Semoga kita lebih bijak menghabiskan masa kita di dunia dengan lebih bijak dan beribadah hanya kepada Allah Swt.


Post a Comment

Pages

Copyright © 2021