Bukti Ilmiah Kebenaran Al Quran

Author
Published April 21, 2022
Bukti Ilmiah Kebenaran Al Quran

Bukti Ilmiah Kebenaran Al Quran



Ilustrasi al quran dan terjemahan

Al Quran merupakan kitab suci umat Islam yang dijamin oleh Allah SWT akan keasliannya sampai akhir zaman. Kitab yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad SAW ini tak akan bisa dipalsukan, meskipun hanya satu huruf. Hal ini bisa dilogikakan karena banyaknya orang-orang yang hafal seluruh isi Al Quran, yaitu para hafidz. Sudah banyak ulama yang menafsirkan isi kitab tersebut dan dicetak dalam Al Quran dan terjemahan.

Mengapa Harus Diterjemahkan?

Al Quran berisi tentang pedoman hidup umat Islam. Berbagai hal yang berkaitan dengan ibadah sampai dengan tata cara berhubungan dengan sesama manusia telah dicantumkan dengan lengkap di dalam Al Quran. Oleh karenanya, seluruh umat Islam memang perlu untuk memahami isi kitab Allah tersebut.

Cara untuk memahami isinya adalah dengan mengetahui arti ayat-ayat yang ada di dalam Al Quran. Inilah mengapa Al Qur’an dan terjemahan begitu penting untuk dicetak.

Sampai saat ini, terjemahan dan tafsir terhadap Al Quran sendiri dibuat melalui pengawasan ketat dari para ulama dan bahkan pemerintah negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim. Hal tersebut untuk mencegah adanya penyimpangan dan ketidakbenaran dalam menterjemahkan dan menafsirkan kandungan isi dari Al Quran.

Rekomendasi Kitab

Banyak sekali Al Quran dan terjemahan yang berdar di pasaran. Insya Allah semua benar dan memuat hal-hal, sesungguhnya dari penafsiran terhadap ayat-ayat Allah yang tercantum dalam Al Quran. Namun, dari beberapa pilihan kitab tersebut, carilah terjemahan dalam bahasa yang mudah dimengerti. Dan penerjemah sendiri merupakan seseorang yang sudah dipercaya oleh lembaga kajian Islam tertentu di tanah air.

Ada satu kitab Al Quran dan terjemahann yang mudah dipahami bahasanya, yaitu Al Quran dan terjemahannya, cetakan kompleks percetakan Al Quran Raja Fahd di bawah pengawasan kementrian urusan Keislaman, Waqaf, Dakwah, dan Bimbingan Islam. Al Quran dan terjemahannya ini bisa didapatkan di kompleks percetakan Al Quran di kota Madinah dan di seantero toko kitab di Mekah, Madinah, dan seluruh Arab Saudi.

Perterjemah Al Quran cetakan kompleks percetakan Al Quran Raja Fahd tersebut, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Ketua: Prof R.H.A. Soenardjo, S.H
  • Prof T. M Hasbi Ashshidiqi
  • Prof H. Bustani A. Gani
  • Prof H. M. Toha Djaya Omar
  • Dr. H. A Mukti Ali
  • Drs Kamal Muchtar
  • H. Ghazali Thaib
  • K.H.A Mussaddad
  • K.H.Ali Maksum
  • Drs. Budjairi Madjidi

Di dalamnya bukan hanya terdapat terjemahan Al Quran saja, tetapi juga terdapat sejarah Al Quran, sejarah nabi Muhammad SAW, kandungan dalam Al Quran, dan keutamaan membaca Al Quran.

Beberapa Bukti Ilmiah Kebenaran Al Quran

Al Quran diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW berabad-abad lampau. Namun, beberapa bukti ilmiah tentang kebenaran Al Quran terus saja dapat dilihat dari waktu ke waktu, bahkan di masa kini.

Meskipun secara mutlak kita wajib mempercayai kandungan isi Al Quran tanpa adanya bukti sekalipun, tapi dengan adanya bukti tersebut, maka Subhanallah, hanya ketakjuban kepada Allah SWT yang telah menjaga Al Quran atas kemurniannya.

1. Bulan memang pernah terbelah

  • Allah berfirman dalam QS Al Qamar ayat 1 yang artinya, “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan”.
  • Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra, ia berkata, "Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW    bersabda, Saksikanlah oleh kalian." (Shahih Muslim No. 5010)
  • Bukti ilimah Al Quran dan terjemahannya, yaitu pakar luar angkasa USA yang menjadi bagian penting dari NASA mengatakan bahwa ketika mereka mendarat di bulan nampak bahwa bulan pernah terbelah menjadi dua di satu waktu tertentu kemudian menyatu kembali. Daud Musa Pitkhok, seorang muallaf yang masuk Islam setelah mengetahui kebenaran tersebut berbicara pada majlis dakwah Prof. Dr. Zaghlul Al Najjar, menyatakan kekagumannya dan kebenaran Al Quran. "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad SAW 1400-an tahun yang lalu.”

2. Alam semesta itu memang diciptakan dan terus berkembang.

Allah berfirman dalam QS Fushilat ayat 11-12 yang artinya, “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab, Kami datang dengan suka hati".

"Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan, Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”

3. Bukti Ilmiah Kebenaran Al Quran dan terjemahannya Dalam Teori Big Bang.

Tahapan penciptaan alam semesta yang telah tersurat dengan jelas dalam firman Allah SWT tersebut ternyata baru dijabarkan dalam teori Big Bang ala barat pada sekitar abad ke-20-an. Dari, firman Allah SWT kita dapat menarik kesimpulan bahwa alam semesta ini awalnya adalah satu titik tunggal berisi seluruh materi yang ada. 

Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk langit dan bumi yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan menyatu ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya terpisah. Kemudian rangkaian peristiwa tersebut, bangunan, dan tatanan keseluruhan alam semesta mulai terbentuk.

Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman bernama Dr Alferd Corner mengatakan bahwa jika menilik dari tempat Rasulullah Muhammad SAW berada di Mekkah dan Madinah, maka dia berpikir tidak akan mungkin jika Muhammad SAW dapat mengetahui tentang asal mula alam semesta dari materi yang satu. Sedangkan ilmuwan modern saja baru mengetahui hal ini di awal abad 20.

Pada tahun 1992, NASA meluncurkan satelit sensor pada ruang angkasa bernama Cobe. Cobe yang diluncurkan tersebut berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

1. Sistem Tata Surya

Allah berfirman dalam QS Al Anbiyaa ayat 33 yang artinya, "Dan, Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya."

Bukti Ilmiah Kebenaran Al Qur’an dan terjemahannya dalam Solar Apex,

ternyata apa yang disampaikan dalam firman Allah SWT tersebut menjadi terbukti secara ilmiah pada berbagai penemuan astronomi di zaman modern ini.

Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Hal tersebut membuktikan adanya pergerakan matahari yang sangat jauh, yaitu  kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari.

Dalam pergerakannya yang sangat jauh tersebut, matahari membawa semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari, semua benda alam tersebut juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

2. Gunung Bisa Berjalan

Allah SWT berfirman dalam QS An Naml ayat 88 yang artinya, “Dan, kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Bukti ilmiah kebenaran Al Quran dan terjemahannya, yaitu sekitar awal abad ke 20 ada seorang ilmuwan yang berasal dari Jerman bernama Alfred Wegener membuat pernyataan bahwa pada masa awal terbentuknya bumi, seluruh benua menyatu menjadi satu benua besar.

Namun, dalam perjalanan dan usia bumi kemudian, benua-benua tersebut bergeser ke arah yang berbeda-beda, sehingga semua bergerak saling menjauhi.

Pergerakan yang terjadi pada kerak bumi, yang kemudian menggerakkan gunung-gunung sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran dan terjemahan, baru diketemukan oleh penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke 20.

Post a Comment

Pages

Copyright © 2021